Tentang Mukashi Mukashi
Perpustakaan digital multibahasa yang mendekatkan kisah tradisional kepada pembaca masa kini melalui penceritaan, ilustrasi, dan konteks budaya.



Kisah lama dalam pengalaman membaca masa kini
Mukashi Mukashi lahir dari keinginan untuk menghidupkan kembali sesuatu yang sederhana namun kuat: perjumpaan dengan kisah yang dituturkan dengan saksama. Setiap cerita disajikan sebagai buku digital kecil, halaman demi halaman, agar kata dan gambar memiliki ruang untuk bernapas.
Proyek ini bermula di Jepang, dengan mukashi banashi, yōkai, dan kami, tetapi tidak berakhir di sana. Tujuan jangka panjangnya ialah membangun perpustakaan folklor dunia secara bertahap sambil menghormati suara, simbol, dan beragam versi tiap tradisi.
Bagaimana setiap karya dibentuk
Hasil akhirnya tampak sederhana, tetapi setiap terbitan melewati tahap editorial yang berbeda.
Riset dan konteks
Sumber sastra, budaya, dan kelembagaan dibandingkan untuk mengenali versi, istilah, tokoh, dan tafsir yang penting.
Penulisan ulang editorial
Teks disesuaikan agar jernih dan menarik tanpa menghapus ambiguitas, perbedaan daerah, atau keterbatasan sumber.
Terjemahan yang cermat
Irama, kosakata, dan rujukan budaya disesuaikan untuk tiap bahasa, bukan diterjemahkan secara kaku atau sekadar harfiah.
Ilustrasi dan pengalaman
Gambar yang dibuat untuk proyek mendampingi adegan dan sosok, sementara pengalaman membaca dirancang tetap jelas di desktop maupun perangkat seluler.
Perangkat digital membantu sebagian proses riset, penerjemahan, penyuntingan, desain, dan ilustrasi. Pemilihan topik, arah editorial, verifikasi, penyempurnaan, dan penerbitan akhir dilakukan di dalam proyek.
Cerita yang juga mengajak belajar
Selain menghadirkan kisah dan sosok folklor dari berbagai penjuru dunia, Mukashi Mukashi membuat pengalaman interaktif yang mendekatkan pembaca pada budaya asal cerita-cerita tersebut. Langkah pertamanya adalah Kana Dōjō, alat gratis untuk berlatih hiragana dan katakana melalui panduan belajar, kartu ingatan, dan tantangan singkat.
Berlatih hiragana dan katakanaKomitmen editorial
- 01Membedakan tradisi terdokumentasi, variasi daerah, dan tafsir kontemporer.
- 02Menambahkan konteks orisinal alih-alih sekadar merangkum halaman lain.
- 03Menjelaskan nama, istilah budaya, dan ketidakpastian sejarah dengan jernih.
- 04Menjaga cerita dan artikel tetap dapat diakses secara gratis.
- 05Meninjau dan memperbaiki konten ketika ditemukan sumber atau masukan yang lebih kuat.
Victor Ferreira Diniz
Victor menangani riset editorial, adaptasi teks, peninjauan terjemahan, arah visual, dan pengembangan perpustakaan. Proyek independen ini tumbuh satu terbitan demi satu terbitan, dengan perhatian agar perluasan tidak mengorbankan mutu.
Proyek yang bermula di Jepang
Koleksi Jepang adalah inti budaya pertama perpustakaan. Selanjutnya, negara dan tradisi lain akan memperoleh ruang tersendiri, lengkap dengan panduan konteks, cerita berilustrasi, dan sosok folklor yang saling terhubung. Strukturnya dirancang tumbuh menurut budaya, bukan mencampurnya ke dalam koleksi yang serba umum.
Koreksi dan dialog
Folklor bukan kumpulan jawaban akhir yang tidak berubah. Jika Anda menemukan ketidakakuratan budaya, terjemahan yang dapat dibuat lebih alami, atau sumber penting untuk dipertimbangkan, proyek ini terbuka terhadap peninjauan yang bertanggung jawab.
Lihat proyek publik di GitHub