Tak lama setelah biksu bersembunyi di lemari, penyihir itu melompat masuk ke kuil. "Hei, biksu tua. Muridmu lari ke sini, bukan?" "Tidak, tidak ada siapa pun datang ke sini." "Pembohong! Jika kau berbohong sekali lagi, kau akan menjadi yang pertama kumakan!"
— 13 —
"Baiklah," kata biksu tua itu. "Mari kita bertaruh. Jika aku kalah, kau boleh memakanku. Bisakah kau berubah menjadi sebutir kacang? Sesuatu sekecil itu pasti mustahil bahkan bagimu." Penyihir menjawab, "Sebiji kacang? Itu mudah." Ia mulai berputar di udara dan menjadi semakin kecil, sampai berubah menjadi sebutir kacang mungil.
— 14 —