Kakek baik hati pergi mengambil kembali usu tersebut, tetapi tetangganya berkata, "Hmph! Aku sudah membakar usu tak berguna itu." Tanpa pilihan lain, kakek baik hati mengumpulkan abu dari usu yang terbakar dan pulang.
— 9 —
Beberapa waktu kemudian, kakek baik hati memanjat pohon sakura yang kering dan, sambil menaburkan abu usu, berseru, "Mekarlah, pohon-pohon mati! Mekarlah, pohon-pohon mati!" Seperti keajaiban, semua pohon kering berbunga serentak. Seorang kaya yang lewat terpukau dan menghadiahi kakek baik hati dengan banyak harta.
— 10 —